MELINDUNGI SI KECIL MENJELAJAH RIMBA DUNIA MAYA

4 Dec 2010

Keberadaan komputer terkoneksi internet saat ini sudah merupakan “kebutuhan primer”, setidak-tidaknya itu yang terasakan di keluarga kami. Ayah memanfaatkannya untuk mencari informasi dan menyelesaikan tugas-tugas kantor. Saya untuk memperkaya pengetahuan dan menambah reverensi bahan mengajar. Sedang anak-anak menggunakannya untuk berbagai keperluan, seperti halnya menyelesaikan tugas sekolah, mencari informasi, memenuhi fungsi hiburan lainnya seperti bermain game dan memutar lagu/video anak-anak.

Bahkan, anak bungsuku Nanda, yang sekarang ini masih duduk di TK Besar, telah mengenal komputer yang terkoneksi internet sejak dia berusia 3 (tiga) tahun. Awalnya dia hanya melihat kakak-kakanya bermain games. Terus tak-tik-tak-tik tangan ikut memencet keybord dan mouse komputer. Kemudian mulai bisa membuka search engine google. Selanjutnya belajar menulis kata “game” di kolom pencarian. Diikuti kemampuan memilih game yang menurut dia enak untuk dimainkan, dan memainkan game pilihannya tersebut.

Dan seterusnya, kemampuan anak terbentuk dengan sendirinya seiring tuntutan memenuhi kebutuhan dalam berselancar di dunia maya. Alhamdulillah, di usianya yang masih 5 tahun, Nanda sudah lancar membaca dan menulis, bahkan menuliskan istilah-istilah asing yang populair dalam bahasa Inggris. Dan itu semua terbentuk salah satunya karena adanya komputer yang terkoneksi internet di rumah.

Kebutuhan menggunakan komputer terkoneksi internet, pada hemat saya banyak memberi manfaat bagi perkembangan anak. Permasalahan sekarang adalah, bagaimana melindungi anak agar tidak terjebak memasuki situs-situs amoral yang amat berbahaya bagi perkembangan mereka?! Apapun dan bagaimana pun, kemungkinan semacam ini harus benar-benar diantisipasi oleh kita selaku orang tua, karena sekali anak tergelincir, fatal lah akibatnya.

Pada hemat kami, proteksi yang musti kita lakukan ada beberapa hal, diantaranya adalah:

  1. Menanamkan pemahaman mendalam dalam diri anak untuk tidak membuka situs-situs berbahaya. Pendekatan ini dilakukan secara akrab dan pribadi, menggunakan bahasa yang sesuai kemampuan perkembangan anak. Dengan melakukan pendekatan dan penjelasan yang dapat diterima oleh mereka, terlebih lagi dikaitkan dengan aturan hukum, norma agama dan norma dalam masyarakat, Insya Allah akan mengurangi kemungkinan-kemungkinan anak tergelincir memasuki situs berbahaya.
  2. Melakukan pendampingan saat anak berselancar di dunia maya, yakni berada di dekat mereka saat membuka internet. Hal ini bukan berarti kita selalu duduk di samping mereka saat berselancar, tapi bisa dilakukan sambil mengerjakan tugas-tugas lainnya, dan hanya sekali waktu melihat apa yang tengah mereka buka dari kejauhan. Jika anak membuka situs yang menurut pendapat kita tidak sesuai, mohon jangan dimarahi. Dekati dia dan ajak bicara dengan bahasa yang mampu mereka cerna. Selanjutnya tunjukan di mana letak kesalahannya untuk kemudian dibenarkan. Dengan cara ini anak akan meresapi makna kenapa situs tersebut tidak boleh dibuka, dan rasa penasarannya pun terputus tanpa penyesalan.
  3. Meletakkan komputer terkoneksi internet di ruang keluarga yang mudah terlihat orang lain dan tidak tersembunyi. Maksudnya agar anak merasa selalu terawasi saat dia melakukan koneksi internet. Kebijakkan ini kami terapkan dengan antisipasi bahwa laptop/notebook yang ada di rumah tidak dikoneksikan ke internet, sehingga jika anak bekerja dengan laptop di kamar, tidak ada kemungkinan berselancar di situs tidak mendidik.
  4. Memproteksi komputer dengan anti pornografi yang tersedia di pasaran, semacam dog guardian dan anti virus lainnya yang memiliki fiture anti pornografi.
  5. Mensetting content pada internet option, dilakukan dengan membuka control panel, kemudian masuk pada Internet Option, klik Content, klik Enable, selanjutnya setting language, nudity, sex, violence, dll dengan level yang cukup tinggi dan diberi password.
  6. Menerapkan DNS Nawala Nusantara di koneksi komputer kita ke internet. Cara mengaplikasikan nawala nusantara pada komputer kita amatlah mudah, yakni hanya dengan mengganti setting DNS padainternet connection dengan kombinasi angka sebagai berikut: NS #1: 180.131.144.144 dan NS #2: 180.131.145.145

Demikian barangkali sekedar tip melindungi anak dalam menjelajah rimba belantara dunia maya, atau internet. Setelah anak aman dalam menjelajah dunia maya yang bagai rimba belantara ini, selanjutnya tinggal bagaimana kita “mengarahkannya”. (Catatan: Saya lebih suka menggunakan kata mengarahkan daripada mengajari, karena terus terang kemampuan anak dalam berinternet biasanya jauh lebih baik dibanding kita para orang tua).

Menyadari keterbatasan tersebut, maka selayaknyalah kita mencari keunggulan yang kita punya dibanding anak, sebagai modal dalam mengarahkan mereka. Dan keunggulan yang paling pasti adalah faktor pengalaman. Pengalaman kita melihat mana yang bagus dan mana yang kurang, mana yang salah dan mana sebaliknya, mana bermakna dan mana yang maknanya perlu ditingkatkan, mana bermutu dan atau tidak bermutu, itulah yang kita gunakan sebagai senjata untuk mengarahkan anak.

Pun demikian dalam mengarahkan anak saya dalam berinternet. Saya melihat bahwa anak sulung saya punya keunggulan dalam menulis. Dengan diarahkan penyalurannya melalui blogging, pasti akan jauh lebih bermanfaat. Dan karenanyalah terbukti, bahwa blog dan tulisan anak saya yang beralamat di http://4rien.blogdetik.com ternyata jauh lebih unggul dibanding blog saya ini. Padahal dia masih kelas 7 SMP. Ini bukti bahwa pengarahan yang baik dalam anak berinternet, akan menghasilkan prestasi yang jauh lebih baik lagi pada si anak tersebut.

Demikian barangkali sekedar sharing pengalaman saya melindungi dan mengarahkan anak dalam berinternet. Anda punya pendapat dan atau pengalaman yang jauh lebih menarik?! Alangkah senangnya kalau kita bisa berbagi melalui forum diskusi di bawah ini.


TAGS Festival BLOG 2010


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post